Jumat, 27 November 2015

Menentukan Jenis Transistor



Cara Menentukan Jenis Transistor (PNP/ NPN) dan Kaki-kakinya (Kolektor, Basis, dan Emitor)

Transistor merupakan komponen aktif elektronika yang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
 NPN danPNP. Transistor memiliki tiga buah kaki, yaitu kolektor, basis, dan emitor. Ketiga kaki tersebut tidak boleh salah dalam pemasangannya pada rangkaian elektronika.
Gambar 1. Simbol transistor 

Untuk menentukan jenis transistor dan ketiga kakinya maka dapat menggunakan dua cara, yang pertama dengan melihat pada datasheetnya. Sedangkan yang kedua dengan melakukan pengukuran/ tes kondisi menggunakan AVOmeter/ multitester.
Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan cara kedua yaitu dengan melakukan tes kondisi menggunakan multitester, yaitu:

1. Menentukan Kaki Basis, Sekaligus Menentukan Jenis Transistor. 

Untuk menentukan kaki basis kita harus tau karakter kaki basis ini, yaitu memiliki hubungan fordward bias pada basis ke kolektor dan basis ke emitor serta referse bias dari kolektor ke basis dan emitor ke basis pada jenis transistor NPN dan kondisi sebaliknya pada jenis PNP. Pada tahap ini kita harus memisalkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, sebagai contoh kaki 1, kaki 2, dan kaki 3. Kemudian atur multitester ke Ohm meter x10 atau x100 kemudian kita cari kaki basis dengan: 

Hubungkan probe merah ke salah satu kaki, misal kaki 1 kemudian probe hitam dihubungkan ke kedua kaki yang lain, apabila multitester memberikan nilai ukur resistansi yang rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki basis untuk transistor PNP. Dan NPN apabila probe pada posisi kaki 1 adalah probe hitam dengan hasil ukur seperti sebelumnya. Jika hanya pada satu kaki 2 atau 3 saja yang bergerak kemungkinan basis-nya 2 atau 3. Ulangi lagi, carilah konfigurasi sampai diketemukan jarum multitester bergerak semua. Pastikan basis sudah ketemu dan jenis transistor NPN atau PNP: 

Gambar 2. Menentukan Basis dan jenis transistor

·         NPN: Kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam jarum tidak bergerak. 
·         PNP: Kaki basis probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam maka jarum bergerak. kemudian bila dibalik kaki basis probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah jarum tidak bergerak.


2. Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor 

Kaki basis sudah ditentukan kemudian kita dapat menetukan kaki kolektor dan emitor dengan konsep transistor sebagai saklar. Untuk menetukan kaki kolektor dan emitor seting multmeter di pindah ke Ohm meterx10KOhm, Kemudian lakukan teknik berikut.

·         Misalnya transistor NPN. Hubungkan probe hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara menempelkan probe bersama jari tangan kita (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu).
·         Hubungkan probe merah pada kaki yang lain (juga selain basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan. 
·         Sentuh kaki basis dengan jari tangan (dengan tujuan memberikan bias pada kaki tersebut mengingat tubuh kita juga memiliki energi listrik potensial). Jika jarum multitester tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor.
·         Untuk transistor PNP caranya sama cuma posisi probe merah dan probe hitam dibalik.
Gambar 3. Menentukan Kolektor dan Emitor

Untuk kaki emitor pada kemasan tertentu biasanya ditandai sirip pada kemasan transistor. Kemudian tanda untuk kaki kolektor adalah huruf c, tanda titik bulat, titik kotak atau titik segitiga yang berada di kemasan transistor.

Demikian sedikit penjelasan kami, Semoga bermanfaat. :-
















Cara Menentukan Kaki Transistor dengan AVO Digital / Analog
Sebenarnya kali ini saya ingin fokus pada bagaimana lebih memahami tentang kaki-kaki pada transistor. Ketika melakukan pengukuran atau menentukan kaki-kaki transistor, kita kadang menggunakan AVO digital atau yang analog. Nah, saya mengalami kebingungan ketika hasilnya berbeda. Yang saya tangkap, pengukuran transistor dengan AVO digital dan analog hasilnya berkebalikan. :O Saya tidak tahu apakah AVO saya rusak atau memang begitu dari pabriknya.

Tansistor itu dasarnya adalah diode/dioda. Dan dioda bisa kita identikkan dengan LED. Walaupun LED dan dioda sangat beda dalam implementasinya, tapi LED itu dioda yang mengeluarkan cahaya. Jadi LED itu juga punya pin positif dan negatif. Oke gambar di samping adalah gambar AVO meter yang saya gunakan. Perhatikan pada pemeriksaan LED di bawah ini.



Yang sebelah kanan lednya nyalanya redup. Tapi yand diperhatikan adalah probe kabel positif dan negatifnya. Ada yang aneh bukan? Jika menggunakan AVO yang analog, maka led akan menyala jika positif-negatifnya dibalik.

Nah, hal ini mempengaruhi pada pengukuran transistor juga. Transistor PNP akan terdeteksi sebagai NPN jika didefinisikan dengan warna probe yang kita gunakan. Jika probe merah adalah positif dan probe hitam adalah negatif, maka jika menggunakan AVO analog, transistor akan aktif jika probenya dibalik.


Menentukan Kaki Transistor (Emitor, Kolektor, Basis)

Perhatikan gambar berikut :



Kaki transistor seperti dua buah dioda yang disambung berhadapan atau bertolak belakang. Tentunya jika kita menganggap sisi depan adalah sisi positif dan belakang adalah sisi negatif.


Menentukan Basis
Kaki basis adalah kaki yang berkebalikan dengan kaki emitor dan kolektor. Jika basis positif, maka emitor dan kolektor bernilai negatif. Jika basis negatif, maka emitor dan kolektor adalah positif. Jika dibuat skemanya, transistor jenis NPN dan PNP diambil dari jenis kaki-kaki transistor (Emitor-Basis-Kolektor).

(Emitor-Basis-Kolektor) -> ( E - B - C ) == ( N - P - N ) <- (Negatif-Positif-Negatif)
(Emitor-Basis-Kolektor) -> ( E - B - C ) == ( P - N - P ) <- (Positif-Negatif-Positif)


Pencarian dengan AVO Analog
Ingat : Kabel merah = probe positif, kabel hitam = probe negatif.

Contoh satu :
Misal transistor dengan kaki 1-2-3. Kita ukur dengan AVO analog :
Pengujian pin 1
1. Probe (+) ke pin 1 dan probe (-) ke pin 2, hasilnya : jarum bergerak ke tengah
2. Tahan probe (+) di pin 1, lalu pindah probe (-) ke pin 3, hasilnya : jarum diam
3. Kembalikan probe (-) ke pin 2, lalu pindah probe (+) ke pin 3, hasilnya : jarum bergerak ke tengah
4. Nah, dari langkah diatas, bisa disimpulkan bahwa jarum akan bergerak ketika :
   probe (-) di pin 2 dan probe (+) di pin 1
   probe (-) di pin 2 dan probe (+) di pin 3
5. Kesimpulannya adalah :
   - Pin 2 adalah basis
   - Jenis transistor adalah NPN; pin(1-2-3)=probe(P-N-P). Ingat, probe AVO Analog berkebalikan dengan jenis pin pada transistor.

Contoh dua :
Seperti pada contoh pertama, transistor dengan kaki 1-2-3 akan kita cek dengan AVO Analog :
1. Probe (+) ke pin 1 dan probe (-) ke pin 2, hasilnya : jarum diam
2. Tukar probe, probe (-) ke pin 1 dan probe (+) ke pin 2, hasilnya : jarum bergerak ke tengah
3. Tahan probe (-) di pin 1, lalu pindahkan probe (+) ke pin 3, hasilnya : jarum diam
4. Kembalikan probe (+) ke pin 2, lalu pindahkan probe (-) ke pin 3, hasilnya : jarum bergerak ke tengah
5. Dari percobaan di atas, jarum akan bergerak ketika :
   probe (+) di pin 2 dan probe (-) di pin 1
   probe (+) di pin 2 dan probe (-) di pin 3
6. Kesimpulannya adalah :
   - Pin 2 adalah basis
   - Jenis transistor adalah PNP; pin(1-2-3)=probe(N-P-N). Ingat, probe AVO Analog berkebalikan dengan jenis pin pada transistor.


Menentukan kaki Emitor dan Kolektor
Untuk menentukan kaki Emitor dan Kolek, caranya adalah dengan membandingkan tahanan antara Basis-Emitor adan tahanan Basis-Kolektor. Kalau kita mengacu pada kasus contoh yang pertama, kaki transistor 1-2-3, kaki 2 adalah basis. Maka kita perlu mengukur tahanan antara kaki 2-1 dan tahanan antara kaki 2-3.

Prinsipnya : tahanan antara Basis-Emitor lebih besar dari tahanan antara Basis-Kolektor. ohm(B-E) > ohm(B-C). Perlu diperhatikan, jika kita menggunakan AVO Analog, maka kita harus sedikit lebih jeli untuk membedakan posisi penunjukan jarum. Sebab selisihnya sangat sedikit. Jadi, untuk mengamatinya, kita harus dari sudut pandangan yang tidak berubah. Sebab sudut pandangan yang berbeda membuat pengukuran tidak sama. Itulah kekurangan AVO meter analog. Hehe.

1. Cek lagi posisi probe (+) ke pin 1 dan probe (-) ke pin 2, anggap saja menunjuk angka 7 pas.
2. Selanjutnya probe (+) di pin 3 dan probe (-) ke pin 2, ternyata jarum menunjuk di bawah angka 7.

Dari pemeriksaan di atas, hambatan/tahanan pin(1-2) atau pin(Emitor-Basis) lebih besar daripada hambatan pin(2-3) atau pin (Basis-Kolektor), sehingga pin 1-2-3 adalah E-B-C (emitor-basis-kolektor)

Penentuan Emitor dan Kolektor agak sulit jika menggunakan AVO Analog, sebab bisa karena kekeliruan pengamatan atau tingkat kepekaan AVO itu sendiri. Sehingga, hal juga bisa dilakukan adalah dengan pengamatan secara visual atau penampakan transistor itu sendiri. Kolektor : Jika di body/badan ada logamnya. Maka salah satu kaki akan terhubung logam tersebut. Nah, kaki yang terhubung ke logam tersebut adalah Kolektor. Periksa dengan AVO, jika short / jarum bergerak menyimpang ketika menyentuhkan pada logam di body dan salah satu pin, maka pin tersebut adalah Kolektor. Sisanya, adalah Emitor. Jika tidak ada logam di body transistor, maka biasanya di sambungan body bagian atas ada tanda garisnya lebih tebal daripada garis sambungan.


Pencarian dengan AVO Digital
Pencarian dengan AVO Digital berkebalikan dengan AVO Analog. Misal pada contoh satu : Transistor NPN terdeteksi dengan probe P-N-P. Sedangkan jika dengan AVO Digital, Transistor NPN akan terdeteksi dengan probe N-P-N. Untuk memulai, putar panah untuk menunjuk ohm yang ada lambang diodanya.


Menentukan kaki Basis
1. Probe (-) pada pin 1 dan probe (+) pada pin 2, hasilnya : lcd menampilkan angka tertentu.
2. Probe (-) pada pin 3 dan probe (+) pada pin 2, hasilnya : lcd menampilkan angka tertentu.
3. Selain itu, tampilan lcd akan diam atau hanya menunjukkan angka 1.

Berarti pin 2 adalah basis.

Menentukan kaki Emitor dan Kolektor
Jika menggunakan AVO Analog berdasarkan hambatan/tahanan. Maka pada AVO digital, yang tampak pada layar adalah voltase bias majunya. Jadi yang muncul pada tampilan lcd adalah voltase. Jika volatse antara pin 1 dan pin 2 lebih besar dari voltase antara pin 3 dan pin 2, maka pin 1 adalah emitor. Perhatikan tabel berikut :
+-------+-------+---------+
| POSISI PROBE  | Voltase |
+-------+-------+---------+
| pin 1   | pin 2    | 819        |
+-------+-------+---------+
| pin 3    | pin 2   | 813        |
+-------+-------+---------+

Berikut adalah hasil pengukuran beberapa transisitor :